Kasus Pencurian BBM dan Tangki Jukung Marak, Bendega Tabanan Was Was 

  • 28 Januari 2022
  • 21:01 WITA
  • News
Nelayan sedang parkir Jukung

TABANAN, Balitopnews.com - Maraknya kasus pencurian BBM ( Bahan Bakar Minyak ) dan Tangki Jukung milik Bendega (Nelayan-red) Tabanan, membuat para bendega was was. 

 

Bendega yang sering kemalingan BBM adalah bendega  di kawasan pesisir Pantai Desa Antap, Kecamatan Selemadeg Barat. Rata rata BBM yang berhasil dibawa kabur pencuri sekitar 20 liter dengan kisaran kerugian Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. 


 

Kelompok nelayan Windu Segara  dan Nelayan Balian Segara Desa Antap juga mengalami hal yang sama. Bahkan pencurian BBM ini juga dialami oleh nelayan di kawasan Desa Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat. 

 

Kasus pencurian BBM milik bendega di Tabanan diungkapkan Ketua Himpunan Nelayan Tabanan (HNSI) I Ketur Arsana Yasa alias Sadam

 

"Yang paling banyak kehilangan BBM memang nelayan di Desa Antap, namun ada juga di Desa Lalanglinggah," ungkapnya, Jumat (28 Januari 2022). 


 

Dijelaskan, pencurian BBM ini awalnya terjadi sejak September 2021 di Bangsal Jukung Suwan Galuh, Desa Antap Kecamatan Selemadeg Barat. Kala itu yang hilang BBM para nelayan. 

 

Ditegaskan kemalingan ini diketahui nelayan pagi hari saat hendak melaut. Biasanya nelayan kalau mau melaut sore harinya sudah prepare termasuk pengisian BBM. Namun apa daya begitu pagi hari hendak berangkat tiba-tiba tangki dalam keadaan terbuka dan BBM sudah kosong. "Karena semakin sering kehilangan dan membuat resah, kami sudah laporkan via Whatsapp ke polisi untuk segera ditindaklanjuti," tegas Sadam yang juga anggota Dprd Tabanan ini. 

 

Yang terbaru, terjadi pencurian 

mesin tangki Jukung pada Rabu 26 Januari 2022. Nelayan yang kehilangan mesin tangki adalah kelompok nelayan di Suwan Galuh Desa Antap, Kecamatan Selemadeg Barat.

 

Tangki mesin ini sifatnya spesifik tak dijual sembarangan hanya dijual di dealer. Harganya pun mahal mencapai Rp 1.700.000. "Nelayan kami resah adanya pencurian ini, kami berharap segera mendapat atensi dari polisi," tandasnya. 

 

 

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra ketika di konfirmasi membenarkan informasi adanya nelayan Tabanan yang kehilangan BBM jukung. "Laporan resmi belum ada ke kami, tetapi kami sudah dapat informasi perihal tersebut," tegasnya. Pihaknya sudah memerintahkan anggotanya turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. "Kita sudah perintahkan anggota untuk penyelidikan, dari informasi yang didapat nelayan yang sering kehilangan BBM nelayan di Desa Antap," pungkasnya. ( md) 


TAGS :

Komentar